Sabtu, 09 Februari 2013

Tulisanku untuk Cibalung Happy Land


Blue Ocean Strategy Itu adalah judul bukunya W. Chan Kim dan Renee Mauborgne yang menginspirasi banyak marketer hebat dunia (katanya). Saya ada bukunya juga sih, tapi bacanya tidak selesai-selesai. Ha..Ha.. Blue Ocean Strategy adalah sebuah strategi bisnis dimana para pelaku usaha diajarkan untuk bisa menaklukan ketatnya persaingan dengan menciptakan pangsa pasar baru yang belum pernah dilirik maupun tersentuh oleh para kompetitornya. Melalui strategi ini, Chan Kim dan Renee Mauborgne menghimbau para pengusaha untuk menghindari ceruk pasar yang sudah jenuh dengan persaingan. Daripada bersaing di ceruk pasar yang sudah sangat padat, lebih baik menciptakan sebuah ruang baru yang lebih potensial dan berusaha memberikan nilai tambah pada ceruk pasar yang selama ini belum dilirik para pesaing. Bahasa yang dipakai mereka adalah jangan sampai kita berdarah-darah karena banyaknya pesaing. Blue ocean strategy menawarkan solusi atas masalah-masalah yang ada di dunia bisnis. Banyak contoh perusahaan-perusahaan besar yang dijadikan contohnya. Ada yang langgeng ada juga yang gulung tikar. Bagi kita, makin banyaknya pesaing di bisnis/usaha wisata alam, menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran. Bahkan melihat kondisi pasar yang semakin hari kian ramai, sekarang ini tidak hanya strategi pemasaran “standar” saja yang dibutuhkan untuk memenangkan persaingan pasar. Namun, kita juga dituntut agar lebih kreatif dan berani keluar dari zona nyaman untuk membuat sebuah gebrakan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh para kompetitor. Contohnya saja dengan menerapkan strategi pemasaran Blue Ocean untuk membidik ceruk pasar yang masih belum tergarap oleh para pesaing. Piye to caranya? Berikut ringkasannya: 1. Fokus pada ceruk pasar yang diminati Langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menciptakan ceruk pasar baru yang tidak pernah dilirik kompetitor lain. Disini kita mempunyai banyak kesamaan dengan tempat wisata alam yang lain, walaupun dari sisi kualitas berbeda. Nah, ketika kita punya tenda dome, tempat yang lain juga sudah banyak yang memiliki. Villa kayu sudah bertebaran dimana-mana. Flying fox, ATV dan hamper semua wahana kita sudah ada ditempat lain. Terus, kita mau fokus di segmen apa? Pembedanya apa? 2. Menciptakan sebuah pembeda Strategi sambir (samudera biru) pada dasarnya merupakan sebuah cara yang bisa dilakukan para pengusaha untuk menaklukan pesaingnya dengan menciptakan sebuah produk yang inovatif. Biasanya, produk yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri dan menawarkan nilai tambah yang belum pernah dimiliki kompetitor lain. Taman Sari High Land, mereka membuat pembeda: menginap di tenda Mongolia. Sentul City bangga dengan pasar terapungnya. Cibalung Happy Land? Sampai saat ini saya masih mikir-mikir, Hartan Gunadi, Direktur Marketing Sentul City, bangga banget kalau mereka dapat view
gunung bunder. Kalau teman-teman tahu gunung bunder, pasti tertawa. Tetapi, kenapa Hartan bangga sekali? Agrowisata sudah melekat di TW Mekarsari. Mereka punya konsep edukasi hulu ke hilir. Jadi, biarlah mereka seperti itu, kita tidak perlu meniru. Kita justru berpikir terbalik: yang benar-benar beda dengan mereka, bahkan merekapun tidak terpikirkan. Selain mencari sesuatu yang beda, boleh juga kita mencontoh cara jualannya PT Agung Sedayu Grup. Mereka menjual apa saja dalam satu paket. Maksudnya, mereka membuat apartemen, lengkap dengan supermarket, gym, sekolah, rumah sakit (atau minimal dekat) sehingga penghuni tidak perlu repot. Pokoknya lengkap. Nah, kita bisa mencontohnya. Maksudnya, kita memiliki fasilitas-fasilitas di tempat lain dan disatukan dalam satu area kita. Mungkin bisa pakai istillah “One Stop Gathering”. Keren kan? 3. Memiliki slogan yang unik dan berkesan di hati para pelanggan. Keberadaan slogan bukan hanya untuk membuat tag line pada sebuah iklan, namun juga memiliki tujuan jangka panjang agar slogan tersebut bisa menciptakan kesan khusus di hati para pelanggan dan dapat tertanam cukup kuat dalam benak para konsumen. Strategi pemasaran ini sangatlah penting untuk memperkuat brand produk yang kita usung, bahkan tidak hanya para pemula saja yang wajib menjalankan strategi ini untuk memperkenalkan brand produknya. Namun, perusahaan-perusahaan besar seperti McDonald pun sampai hari ini masih terus menanamkan slogan mereka kepada konsumen meskipun mereka telah berhasil menguasai pasar mancanegara. Dengan slogan andalannya I’m lovin’ it, McDonald berusaha menanamkan kecintaan para konsumen terhadap produk maupun perusahaan yang mereka jalankan. Sehingga wajar adanya, bila sekarang ini para konsumen di berbagai dunia memilih McDonald sebagai salah satu tempat makan atau restoran cepat saji yang sangat mereka gemari. KFC jagonya ayam. Itulah slogan KFC dan mereka berusaha benar menjad produk sesuai dengan slogan. Ada juga yang keblinger : Lele Lela. Dari visi misinya yang luar biasa, sekarang lihatlah menunya, ada menu ayam bahkan bebekpun mereka jual. Jadilah Lele Lela layaknya tempat makan biasa.
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar