Cara Memasarkan Dengan Budget Minim
Sudah hal yang wajib, ketika seseorang atau perusahaan memproduksi suatu barang/jasa, maka untuk memasarkannya tentulah mereka menyusun strategi promosi terbaik versi mereka. Begitu juga kita. Sekarang, kita mempunyai produk jasa/ barang yang sangat bagus untuk kita tawarkan dan jual ke siapa aja mereka dan dimanapun mereka berada. Hanya, sebagai seorang marketing, kita juga dituntut untuk berpikir: bagaimana menjual produk kita dengan budget yang minimal? Bukan berpikir: untuk menjual produk ini kita butuh dana promosi sekian rupiah. Selain itu, dengan budget minimal itu, berapa target yang akan kita capai? Kalau tanpa target, artinya kita memasarkan produk tanpa arah. Hasilnya ya ala kadarnya, apa adanya. Kalau hasilnya sudah “apa adanya”, maka efek ke perusahaan juga “beginilah adanya”. Memasarkan produk dengan budget minim bukan berarti akan menghasilkan hasil yang minim juga. Ini berkaitan dengan lihainya kita menjual. Keahlian menjual kita peroleh dari kebiasaan. Walaupun sekolah khusus marketing sampai sarjana tetapi tidak ada aplikasi ya sama saja. Oleh karena itu, jangan takut mencoba menjual, tawarkan semua yang bisa dijual. Agresif? Tidak. Karena kita bisa mengemas dalam kalimat yang tepat. Nah, kira-kira strategi pemasaran apa saja yang bisa dijalankan oleh kita dengan budget minim?
Berikut 5 strategi pemasaran dengan budget minim yang bisa kita jalankan:
1. Pancing respon konsumen dengan sesuatu yang unik Ini sudah biasa. Sesuatu yang unik biasanya akan memancing rasa penasaran para konsumen, trik inilah yang bisa kita manfaatkan dengan baik untuk mendapatkan perhatian khusus dari khalayak ramai. Ketika produk kita berhasil memancing rasa penasaran konsumen, secara tidak langsung mereka akan menginformasikan keunikan tersebut kepada orang-orang terdekat mereka, sehingga tidak menutup kemungkinan bila produk Anda bakal menjadi sorotan media dan diperbincangkan banyak orang. Melalui strategi promosi word of mouth (dari mulut ke mulut), kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan banyak tamu. Kita harus bisa menentukan sesuatu itu unik bagi kita dan benar-benar unik bagi customer. Jangan sampai kita menyampaikan, vila kita unik karena pakai bahan kayu semua dengan kamar mandi mewah plus air panas. Versi kita itu unik, tapi apakah versi customer itu unik? Tentu tidak. Kenapa ? karena villa kayu sudah menjamur di mana-mana, bahkan tetangga CHL sendiri sudah ada, Katumbiri. Nah, sekarang, versi Anda, hal unik apa yg bisa kita tawarkan ke customer? Sebutkan:
1. ………………..
2. …………………
3. teruskan..
Anda harus panik kalau Anda tidak bisa menemukan hal unik pada produk yang akan dijual.
2. Perpanjang jangkauan pemasaran melalui para agen Bila perusahaan-perusahaan besar memilih menggunakan sistem franchise untuk memperluas jangkauan pasarnya, maka kita coba perluas jangkauan kita dengan menjalin kerjasama dengan para agen untuk memasarkan produk-produk kita. Dalam hal ini kita bisa menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan, dengan sistem sederhana dan komisi yang luar biasa. Siapa agen yang dimaksud? Tentunya agen yang bergerak dibidang pariwisata. Bisa Biro perjalanan/travel ataupun penyelenggara exhibition (EO). Agen yang tidak resmi yang lain adalah mereka-mereka yang berpeluang membawa banyak tamu, missal kepala sekolah, pimpinan perusahaan/organisasi/perkumpulan, dan lain-lain.
Hal yang harus kalian siapkan adalah :
1. Sistem kerjasama: waktu, aturan main, MoU
2. Fee: besar fee, mekanisme pembayaran fee, bentuk fee
3. Joint promo
3. Branding melalui endorsement Yang ini agak susah, tapi bisa dijalankan. Strategi pemasaran ini bisa kita jalankan dengan menggandeng seorang public figure. Dari hasil pencarian cara menggandeng public figure, ternyata cara yang biasa dijalankan adalah hanya mengirimkan sampel produk, misal sepatu, terus endorse memakai dan difoto yang kemudian di upload keakun sosialnya. Sekilas gampang. Tetapi yang harus digaris bawahi yaitu cara menyakinkan endorse-nya. Makanya dulu, pas shooting “ceriwis”, saya minta Tasya berusaha agar artis bilang “emang oke..”. maksudnya, kita bisa mix dengan kalimat “cibalung Happy Land…”…….”emang oke..”. Ternyata memang tidak mudah. Tetapi, hal yang mudah kita buat adalah testimoni. Di web kita belum ada testimony. Kapan nih? Coba dilihat lagi video tahun baru. Apakah wawancara bu Meldy ada yang bisa dijadikan testimoni? Atau coba copy komentar di facebook yang bagus dan dimasukkan dalam web kita. Sangat simple, mudah dan cepat dilakukan. Kalau hal mudah ini masih belum bisa dijalankan, malu dan beristighfarlah.
4. Promosikan di dunia maya Sudah terbukti. Murah dan hasilnya wah. Banyak sekali situs iklan gratis. Kita masih belum bisa memaksimalkan. Kalau diminta, baru dijalankan. Sebagusnya, setiap hari beriklan. Karena makin banyak iklan yang kita pajang, makin besar peluang kita ditemukan oleh para pencari informasi lewat internet. Media facebook kita sudah bagus. Jangan hanya dijadikan ritual saja. Pastikan apa yang kita muat di FB mengandung nilai marketing. Kalau hanya foto, selipkan kata ajakan. Yang harus ditambahkan adalah foto yang kita upload, coba di tag ke minimal 10 orang yang berbeda untuk tiap-tiap foto. Mau bilang susah? Sudahkah minta ke Pak Sahron buat video foto pakai Goom dari foto-foto yang kita punya? Pilih fotonya, berikan ke beliau. Nah, video foto tersebut bisa di up load di You Tube. Berapa banyak orang yang lihat you tube setiap harinya? Bayangkan kalau kita bisa upload sekali seminggu. Mau bilang sibuk? Ini adalah metode marketing yang boleh dibilang tidak pakai dana. Pulsa telepon tidak perlu dipikirkan, itu sudah ada anggarannya. Kalau masih belum bisa dijalankan, “no comment”
5. Sebarkan e-catalog kepada calon konsumen Kita sudah punya catalog yang sangat bagus. Bila untuk membuat majalah atau buletin katalog membutuhkan biaya cetak yang cukup mahal, maka kita bisa mengantisipasinya dengan menyebarkan e-catalog atau katalog elektronik melalui alamat email calon konsumen Anda. Strategi ini cukup memudahkan kita untuk menjaring konsumen di berbagai daerah serta meminimalisir biaya promosi. Biasanya e-catalog berbentuk soft copy yang dikirim ke alamat email calon konsumen. Dengan begitu konsumen bisa mengetahui gambar produk yang Anda pasarkan dan bisa melakukan pemesanan melalui sistem online. Selain e-katalog, kita bisa menawarkan CD video kita ke customer yang membutuhkan. Bagaimana kalau free? Saya sangat yakin, kita bisa lebih baik dari yang sekarang. Mulailah berkumpul, bahas strateginya, buat targetnya, buat jadwalnya, tentukan PICnya, tentukan sanksinya, tentukan juga rewardnya. Insyaalloh, kita pasti bisa. Salam erpe..